Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Selasa, 05 Desember 2017

Tarian Air Mancur Menara Kembar Petronas


 

Seusai sedikit jelajah sejarah di Melaka, kami kembali dan bermalam di Kuala Lumpur untuk melanjutkan jalan-jalan tjantiks. Kembali menggunakan bus untuk menuju Kuala Lumpur dari Melaka Sentral, dan kami menikmati perjalanan tersebut dengan nyaman.

Menara Kembar Petronas memang identik dengan Kuala Lumpur, Malaysia. Merupakan sebuah menara kembar yang berdiri berdampingan dengan sebuah jembatan penghubung di tengahnya. Siapa pun yang berkunjung ke Kuala Lumpur, pasti akan menyempatkan diri untuk melihat langsung bangunan yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia ini. Seolah landmark bagi negara tetangga Indonesia ini, Petronas memang selalu ramai dikunjungi.

Gedung kembar pencakar langit yang dirancang oleh Cesar Pelli ini memegang predikat sebagai bangunan tertinggi di dunia hingga tahun 2004. Terdiri dari 88 lantai, gedung ini digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan objek wisata unggulan Kuala Lumpur.



Banyak hal yang bisa kita lakukan di sini selain berfoto dengan latar menara kembar. Kita bisa naik ke Skybridge yang menghubungkan kedua menara ini pada ketinggian sekitar 170 meter atau tepatnya di lantai 41. Kemudian naik ke dek pengamatan yang berada di lantai 86 untuk memandang Kuala Lumpur dari ketinggian sekitar 360 meter. Untuk bisa naik ke atas, wisatawan akan dikenakan tiket yang jumlah orangnya juga dibatasi dan hanya dijual pada pagi hari.  Jadi, jangan sampai kehabisan.

Tidak hanya bagian atasnya yang menawan, di bawah kita juga bisa menikmati banyak hal. Menjelajah pusat perbelanjaan Suria KLCC yang berada di dasar menara kembar. Kompleks mall ini terdiri dari outlet-outlet perbelanjaan, tempat makan, akuarium, bioskop, galeri seni, dan National Philharmonic Orchestra Hall.

Kawasan Menara Kembar juga memiliki taman yang menyejukkan untuk sekadar melepas penat dan bersantai. Saat menjelang malam, kita bisa duduk-duduk di depan Suria KLCC menikmati tarian air mancur yang begitu indah sembari meenikmati camilan. Memang, beberapa tempat di Indonesia juga memiliki air mancur menari yang tak kalah indah dan memukau kok. Jadi, kalau ingin menikmati tarian air mancur juga nggak perlu jauh-jauh ke Kuala Lumpur.





Kami yang tiba di Menara Kembar Petronnas saat sore hari hanya bisa berkeliling mall Suria KLCC untuk berburu makanan dan cuci mata sembari sesekali saling meracun untuk belanja (lagi), hedon (lagi). Menikmati tarian air mancur dengan alunan musik yang apik dan aneka warna. Setelahnya, sibuk mencari spot foto yang pas dan bagus. 

Beragam pose dan polah ribet kita lakukan demi totalitas. Sampai-sampai tidak menyadari bahwa kawasan taman Suria KLCC sudah mau ditutup dan diusir oleh satpam. Lucu sih, tapi puas. 






dibalik foto yang bagus,
ada usaha dan totalitas

Terletak di pusat kota, Menara Kembar Petronas ini sangat mudah dijangkau dengan kendaraan apa pun. Menjelang malam kawasan ini semakin ramai pengunjung dan pedagang camilan. Jajan lagi.

Kita mah gitu anaknya. Jalan, jajan, jajan, jalan, jajan, belanja, jajan (lagi).




0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena