Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Kamis, 06 Oktober 2016

Everybody Can Be A Hero; Celebration Birthday Komunitas Taufan #2




Tanpa terasa ternyata saya sudah hampir dua tahun mengenal dan dapat terlibat langsung dalam komunitas yang luar biasa ini. Meski tidak banyak yang bisa saya lakukan dan berikan, bahkan satu tahun belakangan ini sudah tidak banyak lagi memberi sumbangsih dan tenaga, tetapi saya bahagia dan bangga bisa masuk ke dalam keluarga yang selalu ceria ini.

Awal mengenal Komunitas Taufan ketika terlibat langsung dalam sebuah acara Charity Art Festival Hand in Hand pada Febuari 2015 lalu di Tangerang. Sejak keterlibatan pertama itu ternyata saya langsung jatuh cinta pada komunitas ini. Bukan hanya itu, saat itu pun untuk pertama kalinya saya melihat langsung tawa ceria dan semanagat anak-anak pasien dampingan dengan berbagai kondisi. Di situ sebuah tamparan saya dapatkan. Perihal rasa syukur yang seharusnya melimpah terucap.



Yayasan Komunitas Taufan merupakan sebuah wadah penggerak relawan bagi pasien kanker dan penyakit beresiko tinggi pada anak. Bahwa ternyata berbagi bahagia dan ceria bersama anak-anak penderita kanker dan penyakit beresiko tinggi lainnya merupakan sebuah obat mujarab tersendiri untuk menyembuhkan hati. Membawa kebahagian tersendiri justru bagi kami para relawan.

Komunitas Taufan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moril. Sebab bukan hanya materi yang mereka butuhkan, tetapi juga dukungan untuk terus bersemangat menjalani hari dan melawan penyakit. Bukan hanya pasien anaknya, tetapi juga orang tua pasien yang selalu tabah dan kuat mendampingi anaknya melalui perjalanan panjang pengobatan.

Khusyuk menyimak Kak Tania Mendongeng
Zahir, pasien dampingan YKT
yang bercita-cita menjadi dalang hebat


Selama menjadi bagian dari Yayasan Komunitas Taufan ini saya mendapat beragam pelajaran. Terutama rasa bersyukur. Anak-anak pasien dampingan komunitas taufan selalu memberi pelajaran dan teguran tersendiri pada hati. “masihkah kamu tidak bersyukur atas hidup?” Meski penyakit yang bersarang di dalam tubuh mereka bukanlah penyakit yang biasa dan mudah, tetapi senyum dan kecerian ala anak-anak tetap tercetak di bibir dan raut wajah. Coba fikir, mereka yang nyatanya memiliki beban lebih berat darimu masih bisa tertawa dan ceria, kenapa kamu harus menangis dan selalu bersedih?

Komunitas Taufan memiliki beragam acara besar. Selain Charity Art Festival untuk memperingati hari kanker anak sedunia, pastinya ada juga hari untuk memperingati terbentuknya komunitas luar biasa ini. Minggu, 2 Oktober 2016 diselenggarakanlah sebuah acara untuk memperingati terbentuknya Komunitas Taufan yang kedua. Bertempat di Estubizi Business Center & Coworking Place kami membuat sebuah acara yang tetap berbagi bahagia dan kecerian bersama pasien anak dampingan komunitas taufan. Mengusung tema "Everybody can be a Hero", Komunitas Taufan ingin menegaskan bahwa siapa pun bisa menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.


Kefoto juga di sini tukang fotonya

Acara internal ini tertutup bagi relawan, pasien dan donatur serta para undangan. Bersama 25 orang anak pasien dampingan Komunitas Taufan, kami bermain dan bergembira bersama. Banyak yang tampil mengisi acara, banyak pula games seru. Kakak-kakak relawan berbaur ceria dan lengket bersama adik-adik. Dengan aneka kue dan makanan enak yang melimpah serta banyaknya donasi dan goodie bag menambah keceriaan hari itu.


Richard, salah satu donatur
yang sangat dicintai pasien dampingan

Bukan hanya pelajaran dan kecerian bersama adik-adik pasien dampingan Komunitas Taufan yang bisa didapatkan, tetapi juga kekeluargaan yang hangat. Saya mendapat keluarga baru yang sungguh luar biasa. Bersama teman-teman relawan lainnya tidak hanya bekerja sama ketika kegiatan, tetapi juga menjalin kekeluargaan di luar itu.


Jadi tukang foto ya nggk ikut kefoto~~


Terima kasih Ibu Yanie yang sudah memberikan wadah bagi kami para relawan untuk bisa turut berguna bagi adik-adik meski saya pribadi tidak selalu bisa turut ambil bagian lebih. Terima kasih Mba Nana, Mba Maya, dan Mas Bowo yang sudah dengan sabar membimbing dan berjalan bersama kami para relawan. Terima kasih teman-teman relawan, ketulusan hati kalian akan bebuah manis. Terima kasih adik-adik pasien dampingan, tanpa kalian mungkin rasa syukur masih akan selalu kurang terucap.

Maaf untuk segala kinerja dari saya yang kurang membantu dan menyulitkan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kebberkahan serta keceriaan selalu. Dan Komunitas Taufan semakin maju sehingga dapat lebih banyak lagi merangkul pasien dampingan, relawan serta donatur.


I love you...


♡fetihabsari♡


*seluruh foto merupakan dokumentasi Komunitas Taufan

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena