Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Rabu, 09 Agustus 2017

Dermaga Tua



Aku meniti dermaga tua. Merentang rindu yang diciptakan jarak. Menyesap pilu yang diciptakan kehilangan.

Sepi sunyi merayap. Luka duka nestapa merangkak. Pada tapal batas kugumamkan mantra kepedihan. Akankah kulawan takdir untuk bisa tetap bersamamu. Menciptakan jejak cinta yang selamanya menjadi purba.

Pada dermaga tua yang dirayapi sepi. Masih kurawat namamu, di tiap hembusan nafas. Meski kutahu, takdir mengguratkan kepergianmu yang tidak akan pernah kembali.

Dan dermaga ini, akan selamanya menjadi sunyi, tempat duka menyemayamkan kehilangan.


fetihabsari

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena