Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Semarang Kota Persinggahan

Semarang, kampung halaman sekaligus tempat persinggahan. Kalau mudik ke Semarang nggak bisa disebut ‘pulang kampung’ tetapi ‘pulang kota’. Bagaimana mau disebut kampung jika semua serba ada seperti di Jakarta. Yang dilihat tetap mall dan gedung-gedung dibanding sawah dan kali.

Memang, akhir-akhir ini lebih sering ‘pulang’ ke Jogja dibanding ke Semarang. Jogja serasa rumah, tempat untuk selalu kembali pulang, tetapi akan ada waktu yang sudah pasti dan wajib mengunjungi Semarang. Lebaran.

Kota yang menjadi Ibu Kota Jawa Tengah ini memiliki suhu panas yang panas sekali. Maklum, letaknya yang berdekatan dengan laut, membuat cuaca disekitar menjadi panas yang tidak bersahabat. Kota yang juga sudah banyak disisipi mall dan tempat nongkrong kekinian ini tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Bedanya, tidak ada macet dan lalu lintasnya tertata dengan rapi.

Kota Semarang juga memiliki beragam wisata yang bisa kita eksplore. Mulai dari wisata alam, religi, budaya, hingga kuliner. Wisata pagi, siang, sore, hingga malam. Semarang cukup luas dan beragam bagi kalian yang senang mengeksplore hal-hal baru.


Simpang Lima jelas sudah tidak asing lagi jika mendengar kota Semarang. Simpang Lima Semarang layaknya alun-alun kota yang dikelilingi oleh mall-mall dan gedung-gedung bertingkat lainnya. Dulu selalu ramai saat minggu pagi, tetapi kini sudah ditiadakan. Simpang Lima akan mulai ramai saat malam tiba. Beragam permainan anak dan keluarga tersedia. Soal makan dan jajanan, jangan khawatir, banyakk.



Bersebrangan dengan Simpang Lima ada sebuah masjid besar. Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini juga selalu ramai dan penuh tempat parkirnya terlebih saat liburan.

Berhubung memiliki keponakan yang masih piyik-piyik dan senang main air, ada sebuah tempat berenang yang dulu asik. Dulu sih, sekarang sudah ramai sesak. Terletak di Ungaran, kolam renang ini menjadi kolam yang asik dan recommended, dulunya. Sebab kolam ini terletak di kaki gunung dan memiliki sumber air dari pegunungan. Suasana yang masih rindang ditambah air yang dingin benar-benar memberi relaksasi tersendiri. Sayangnya, tempat ini kini mulai banyak dikenal dan dikunjungi terlebih saat musim liburan. Membuat sesak dan susah bergerak, belum lagi kotor.

Kolam Renang Siwarak dari atas bukit

Piknik keluarga besar yang personelnya nggak lengkap 


Semarang kini juga memiliki tempat-tempat wisata yang tengah hits. Brown Canyon misalnya. Sayangnya saat kami ingin mengunjunginya, google maps memberi jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua sekalipun. Brown Canyon yang tinggi dan megah sudah terlihat di seberang mata, namun setelah berkeliling belum juga ditemukan jalan yang benar. Sempat ada kejadian tidak menyenangkan di daerah sekitar, akhirnya tidak melanjutkan perjalanan ke Brown Canyon. Tidak ingin mengambil risiko. Kecewa? Iyasih.

Selain Brown Canyon, ada juga Pagoda megah loh. Namanya Vihara Buddhagaya Watugong. Tempat ini bisa kita jumpai saat kita berjalan ke arah Ungaran. Letaknya pas di pinggir jalan. Harus lebih jeli, sebab agak terhalang oleh pohon-pohon besar.




Untuk masuk ke tempat ini tidak dikenakan biaya apa pun, hanya ada uang parkir yang boleh dibayar dengan sukarela. Di tempat ini terdapat sebuah pagoda megah yang berisi patung Dewi Kwan Im. Di kompleks Vihara juga terdapat patung Budha tidur, Vihara Dhammasala. Total patung yang terdappat di Vihara ini ada 30 patung.





Semarang sebagai tempat persinggahan mungkin ketika sedang melakukan perjalanan seusai Lebaran seperti ini. Setelah camping ceria di Gunung Andong Magelang, singgah kembali di Semarang. Kali ini singgah di kawasan Bandungan. Kawasan ini dikenal memiliki suasana tenang dan suhu dingin. Nyaman untuk bersantai. Di tempat ini sudah banyak tempat wisata dan hotel. Sudah mulai cukup panas.

Sarapan hotel yang rasanya enak

View Rawa Pening dari hotel The Kusma di Bandungan

Ada sebuah kawasan wisata bernama umbul sidomukti yang terdiri dari wisata outdoor, penginapan, pondok kopi. Yang menarik, di kawasan ini terdapat kolam renang alami yang seolah serasa berenang di atas awan. Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi bahkan mencicip berenang di sana.

Berniat mengunjungi Pondok Kopi pukul 19.00 dari Salatiga. Tiba di kawasan tersebut suhu mulai dingin, jalan mulai sepi, tanjakan dan berkelok curam. Sempat ragu sampai akhirnya menemukan plang pintu masuk. Saat tiba di lokasi, ternyata ramai. Padahal sepanjang perjalanan sangat sepi dan takut-takut ada penjahat di tengah jalan. Macam begal.



Di Pondok Kopi menunya standart tempat kopi dan nongkrong biasa. Memesan Kopi Umbul Sidomukti ternyata rasanya sama seperti kopi hitam biasa. Tidak ada yang istimewa sih. Pesan mix fried pun kentang goreng yang disajikan sudah dingin. Pemandangan dan background tidak seindah yang dibayangkan dan diharapkan saat googling.



Sepulang dari Jepara pastinya harus kembali ke Semarang untuk menuju Jakarta dengan menggunakan kereta api. Kondisi yang lelah selelah-lelahnya, over limit banget pokoknya. Akhirnya mencari tempat asik untuk sekedar istirahat. Berhubung di Jepara tidak berhasil mendapat es krim yang diharapkan, akhirnya memutuskan untuk mencari tempat es krim asik di Semarang. Sempat muter-muter sampai lelah dan hampir melipir ke tempat mie ayam saking putus asanya, akhirnya ketemu.


Florian Ice Cream. Tempatnya nyempil di ruko dan agak terhalang pohon. Di dalamnya banyak terdapat sofa dan bangku kayu yang asik dan nyaman. Suasananya juga menyenangkan dan tenang. Ice creamnya juga enak. Mix friednya fresh dan enak. Apa efek lapar jadi semuanya terasa enak? Nggak kok,  tempat ini bener recommended untuk kalian ice cream lovers.


Sudah dapat es krim masih aja ngambek



@fetihabsari
__♡__


0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena