Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Kamis, 25 Februari 2016

My Backpack







Sedekat apa sih hubungan antara saya dan tas? Tas adalah sebuah benda mati yang pastinya sangat dibutuhkan oleh semua orang, termasuk saya. Jadi, jika ditanya, sedekat apa sih hubungan saya dengan tas? Jawabannya adalah, saya tidak bisa pergi tanpa tas. Kenapa? This is :
Saya adalah perempuan yang dibilang feminine juga tidak,  tomboy apalagi. Menyesuaikan kondisi dan tempat sajalah. Saya ini hobby travelling. Gunung, pantai, hutan, dan apa pun itu pasti akan saya jelajahi. Mau tidur di hotel atau pun tenda sih oke selama bersih. Mau ala backpacker atau koper pun siap.
Selain travelling,  saya juga senang menyibukkan diri dalam berbagai kegiatan komunitas. Saya mengikuti beragam komunitas, mulai dari komunitas pecinta buku, puisi, hingga komunitas sosial. Menghadiri acara-acara konunitas, meeting ala komunitas, hingga mengurus kegiatan komunitas. Bagi saya, menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat adalah cara ampuh membunuh kesepian. Memakamkan kehampaan.
Sebentar, jangan dikira saya tidak memiliki kegiatan rutin yaa. Saya bekerja di sebuah laboratorium formulasi pupuk dan pestisida. Kuliah juga masih berjalan sih. Nah, kebayang kan betapa sok sibuknya saya.
Sebagai perempuan yang gemar travelling dan juga memiliki banyak kesibukan di luar rumah, pastinya saya harus membawa beragam barang yang diperlukan tanpa harus merepotkan diri sendiri. Saya tipe yang nggak mau ribet dengan beragam tentengan perintilan di tangan saya. Artinya, saya harus mengepak barang dan segala perintilan yang saya butuhkan dalam satu tas saja.
Saya termasuk ke dalam sebagian orang yang senang sekali berganti-ganti tas. Dan seperti kebanyakaan orang pula, saya pasti memiliki barang-barang yang harus selalu ada di dalam tas meski sesering apa pun saya berganti tas.
Nah, sebagai usaha untuk tidak merepotkan diri sendiri dengan membawa tentengan atau apalah itu, saya lebih memilih tas yang cukup untuk semua barang yang akan saya bawa. Untuk kebutuhan ini, ransel lah yang menjadi pilihan favorit.
Meski ada beragam tas yang saya miliki dan sering saya gunakan seperti, koper untuk traveling ala koper, carriel untuk naik gunung dan backpackeran, tas tangan yang biasa dipakai pada acara tertentu, hingga tas feminine berukuran kecil dengan tali panjang yang biasa dipakai hangout ke cafe atau mall. Tetapi, tetap ransel lah yang menjadi favorit.
Kenapa ransel? Untuk travelling, cocok. Membawa perintilan dalam kegiatan berkomunitas juga pass. Menemani kegiatan rutin ke lab, why not? Untuk kuliah, jelas kece.
Masih adakah yang menganggap perempuan dengan tas ransel itu identik tomboy karena tas punggung lebih sering didominasi oleh pria? Sekarang, justru semakin banyak design tas yang bervariasi dan sangat cocok dipakai oleh wanita feminine dan aktif. Mulai dari model, warna, hingga gambar, dijamin penampilan kamu makin tambah kece tanpa perlu ribet dengan barang bawaan. Sebab ransel mampu menampung segala yang ingin kita bawa.
Keuntungan menggunakan ransel dibanding tas tangan itu membuat barang bawaan tidak menjadi terlalu berat karena ditopang oleh kedua bahu. Tangan kita juga akan lebih leluasa untuk bergerak dan melakukan aktifitas lain.
Untuk mendukung beragam kegiatan saya dan agar tetap terlihat fashionable serta tetap menunjukkan sisi keperempuanan, saya memilih ransel yang sesuai dengan selera dan kegunaan yang saya inginkan dan butuhkan. Tanpa perlu ribet dan pusing-pusing mencari ransel yang sesuai keinginan, saya sudah punya solusinya. ZALORA.









0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena