Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Kamis, 18 Februari 2016

[Buku] Obituari Rindu - S. Arimba

Obituari Rindu
segugus puisi
S. Arimba

Penerbit Intan Cendikia
ISBN 978-602-73873-0-0
Ukuran 13,5x20cm
Halaman 72
IDR 25.000


Obituari

Yang tak bisa kita hentikan adalah waktu
yang tak bisa kita kejar adalah bayang
yang tak bisa kita raih adalah mimpi
sepi menyeret kita kembali
masa lalu yang berlarian dalam kejapan
kala kita duduk di sana
memandang luasnya kota
masih terasa harum rambutmu
menikam tepat jantungku


Rindu

Ketika hati berbicara hati hilang aku, kamu.
Ketika rindu bertaut, jarak  adalah ruang yang tak pernah sepi

***

Kumpulan puisi ini diluncurkan pertama kali di Yogyakarta pada 26 Juli 2013 bersama Tia Setiadi menandai lahirnya hari puisi Indonesia yang dirayakan di Yogyakarta. Berisi puisi-puisi pilihan yang telah diterbitkan di media massa. Dirangkum dalam sebuah tema: Cinta. Termasuk genre puisi lirik yang telah hidup sejak periode romantik. Puisi yang lahir dalam situasi transisi dari masyarakat tradisional ke modern dengan tekanan pada dunia pengalaman yang lebih kuat.

Di hadapan dunia pengalaman itu hampir semua kodifikasi sosial dan kultural yang abstrak dapat menjadi mentah, karena dunia pengalaman sebagaimana dikemukakan antara lain dalam filsafat fenomenologi, merupakan dunia kelangsungan, dunia pra-pemahaman, dunia pra-kode, atau pra-sistem. Puisi dengan demikian menjadi sangat polisemik, menimbulkan banyak tafsir, dapat di dekati dengan berbagai kemungkinan kode atau sistem. Obituari Rindu, memperlihatkan gejala menarik dalam kaitan dengan permainan antara dunia pengalaman dengan dunia sistem di atas. 

Puisi-puisi dalam Obituari Rindu menampilkan sisi-sisi yang dapat dinikmati banyak kalangan dengan banyak sudut pandang. Dapat menjadi bacaan bagi mereka yang duduk di sekolah menengah, mahasiswa, dan masyarakat umum yang bahkan tidak bergelut dengan dunia sastra.

Buku kumpulan puisi ini diambil dari judul dua puisinya; Obituari dan Rindu. Terdapat 57 buah puisi antar rentang 2005 hingga pertengahan 2013 yang dipersembahkan dalam buku ini dan dibagi menjadi dua bab dengan diselingi oleh beberapa ilustrasi gambar.

Puisi lirik, sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. Faruk, S.U dalam pengantar buku ini, adalah puisi dengan tekanan pada dunia pengalaman yang lebih kuat. Dengan demikian, membaca puisi-puisi dalam Obituari Rindu ini adalah membaca pengalaman; entah pengalaman penyair, pembaca, maupun lingkungan sosial.



Jika berminat, Obituari Rindu bisa didapatkan di;
Jual Buku Sastra: 081802717528 / pin BB : 5A09B80A

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena