Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Selasa, 01 September 2015

Selamat datang, September



Selamat jalan, Agustus…
Selamat jalan kisah lalu yang penuh dengan drama dan air mata, meski diakhir ada bahagia yang semoga berlanjut di bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya.

Selamat datang, September…
Bulan baru dengan harapan-harapan lalu yang masih mengambang sebatas angan dan berharap bisa terwujud di bulan yang baru ini. September. Ternyata setelah bulan Agustus yang sebenarnya saya harapkan dan juga tidak, ada bulan September yang juga cukup diharapkan kehadirannya.
Segala doa, harap, angan, mimpi, cita, dan cinta kembali membumbung ke langit tinggi. Semoga segala kebaikan akan menyelimuti dan menggiring menuju masa depan yang lebih indah.
September ternyata memiliki banyak tanggal istimewa. Di bulan ini, tepat satu tahun sudah Komunitas Taufan (sebuah yayasan yang mendampingi pasien anak dengan penyakit beresiko tinggi) berbagi kebahagiaan. Ada Malam Puisi Bekasi yang umurnya sudah dua tahun tepat tanggal 21 di bulan ini, bersiap untuk menyala kembali. Dan juga ada kita__aku dan kamu__yang sudah melalui bulan September bersama untuk yang kedua kalinya. Serta si adik yang juga bertambah usia di bulan ini. Cukup banyak hal yang seharusnya menjadi istimewa di bulan ini. Semoga tetap akan menjadi bulan yang penuh dengan istimewa.
Selamat untuk kita yang sudah melalui 2 tahun yang penuh dengan segala bahagia dan kesedihan. Bukan waktu yang singkat dan jarak yang pendek untuk tiba pada titik ini. Ada tawa dan juga air mata. Ada kisah dan juga cerita perihal cinta serta luka. Tapi nyatanya kita bisa bertahan, berlayar melalui gelombang badai yang tak ramah. Aku memang sudah tidak terlalu berharap, namun tetap masih berdoa. Semoga takdir selalu menjaga. 


0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena