Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Kamis, 27 Agustus 2015

[Book; Review] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi



Kumpulan Cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Kumpulan cerpen karya Eka Kurniawan ini terdiri dari 17 cerpen. Dengan salah satu cerpen yang judulnya dijadikan judul buku ini.

"Kalian orang-orang tolol yang percaya pada mimpi."

***

Yaa, aku percaya pada mimpi. Sebab mimpi membawamu kembali tepat di hadapanku. Sebab mimpi membuatmu serupa hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Aku percaya pada mimpi. Saat-saat kamu selalu hadir tanpa absen, sebab dalam mimpi, kamu tahu aku tengah merindukanmu.
Yaa, aku percaya pada mimpi. Sebab mimpi membebaskan batas jarak dan menyamarkan rindu yang berjejal. Aku merindukanmu, itu sebabnya aku percaya pada mimpi yang menghadirkanmu.

­­___ketika mood seseorang memburuk tanpa alasan yang jelas, kemungkinan ia sedang merindukan seseorang—

Tidurlah... bermimpilah... dan rindumu akan tertebus pada sebuah pertemuan di dalam mimpi...

***

Mimpi? Siapa yang tak kenal mimpi? Siapa yang tak pernah bermimpi? Siapa yang tak punya mimpi. Setiap orang pasti pernah dan memiliki mimpinya masing-masing. Masing-masing orang juga selalu memiliki sikap yang berbeda untuk menghadapi mimpinya. Ada yang berdiam diri hanya merenungi mimipinya, dan ada pula yang berusaha mengejar mimpi untuk mewujudkannya.
Ketujuh belas kumpulan cerita yang ditulis Eka ini memiliki ide cerita yang sederhana namun diracik sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah karya yang asik, unik, dan menarik. Eka Kurniawan sangat lihai meramu ide dengan alur yang tidak mudah ditebak dan tetap memiliki kejutannya masing-masing. Menuliskan kisah sederhana yang menjadi istimewa.
Dalam salah satu cerpen yang berjudul Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, tokohnya sungguh berusaha untuk mengejar apa yang ada di dalam mimpinya. Setelah sang tokoh patah hati karena ditinggal nikah oleh kekasihnya, ia dianugerahi sebuah mimpi. Mimpi yang menurut sebagian orang hanyalah bunga tidur, tapi baginya mimpi itu nyata. Sang tokoh begitu percaya bahwa mimpinya adalah sebuah petunjuk yang nyata. Menemukan kekasih melalui sebuah mimpi. Apakah mungkin?
Saya menyukai semua cerita yang ada dalam buku ini. Sebuah cerita salah paham akibat gincu berwarna merah. Atau seekor anak bebek yang berubah warna dan berusaha untuk mengembalikan warnanya kembali, dalam cerita ini pesan yang disampaikan sangatlah terasa. Dan cerpen-cerpen lainnya. Setiap cerpen memiliki pesan tersendiri yang begitu kuat dan mudah untuk diterima.
Saya memberikan 4,5 bintang dari 5 bintang untuk kumpulan cerita ini. Saya memang tidak menemukan kelemahan dalam buku ini. Saya menyukai dan menikmati sekali membacanya. Lagi-lagi saya dibuat jatuh cinta oleh Eka Kurniawan.

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena