Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Sabtu, 20 Desember 2014

Sajak Senja


Senja telah tiba di pelataran. Mengantar kabar perihal sajak-sajak tua yang tak pernah padam. Melantunkan syair-syair cinta yang tak pernah pudar. Aku memikul angan dan harap pada sayap-sayapku yang rapuh. Mencium aroma rindu yang kurasa semakin mendekat. Tunggulah. Jangan menjauh. Aku telah menembus tiga musim untuk menemuimu. Bersabarlah. Aku sedang menanggalkan lelah yang entah pada ilalang keberapa telah kusinggahi. Tak peduli senja mulai memekat. Tak peduli jingga perlahan kelam. Tak peduli malam merekah. Mungkin malam terlalu tipis batasnya dengan rasa yang diam-diam menaruh harap. Dan, mungkin malam hanyalah ilusi penyamar rindu.



@fetihabsari

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena