Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Sabtu, 20 Desember 2014

Aksara Abadi

Pulau Cipir, Kepulauan Seribu
Bukan lagi sepasang kaki yang merentang pasir putih kering tak bernyawa. Dua pasang kaki telah berpijak di titik yang tepat sama. Memberi nyawa pada tiap jejak yang menjadi purba. Kenangan akan selalu hidup di sana. Di tiap jengkal jarak yang kita lalui bersama. Ada angan dan rindu yang selalu terbawa.
Kita adalah aksara paling indah. Menenun doa, memintal harap. Menyusun huruf demi huruf, menyusun kata demi kata, membentuk alinea. Kita selesai. Berakhir. Kemudian rasa kembali mempertemukan pada persimpangan koma. Nyatanya kita tidak bertemu titik pada kata selesai kemarin. Semoga tak akan pernah. Selamanya. Kita adalah aksara abadi tanpa titik. ♡♥♡



@fetihabsari

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena