Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Selasa, 18 November 2014

Pertemuan



Dalam derap lokomotif  beruap,
ada deru besi yang saling berucap,
lebih dulu mengawali pertemuan,
sebelum aku tiba di kotamu, Tuan.

Ada wajah yang muncul dibalik terpaan angin,
senja mengantarkanku ke dalam pelukmu,
jingga menyiramku dengan percikan rasa dalam lumatan bibirmu.
Kita bertemu, aku merengkuhmu erat.
Salahkah jika aku meminta waktu berhenti,
menghapus waktu agar tak terjadi perpisahan.

Bukankah perpisahan setelah pertemuan itu,
akan menambah kadar rindu berkali-kali lipat?






@fetihabsari
Jakarta, 2014

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena