Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Selasa, 18 November 2014

Aurora



Aku masih menanti aurora,
mengharap sinarnya kini menyinari, 
untuk sejenak melukis senyum.

Haruskah aku ke kutub sana,
untuk sekedar menikmatimu?
Lapisan sinar yang berpendar,
menghangatkan dari kebekuan.

Aku memang tak secantik Aurora,
yang menghias langit Alaska.
Aku pun tak seindah Aurora,
yang memendarkan sinar di ufuk utara.
Aku pun tak tahu cara menghangatkan suasana dari kebekuan,
tidak seperti aurora yang mampu menghangatkan Kutub Utara.

Tapiii....

Mungkin aku bisa menjadi aurora untukmu,
melukis warna dalam hidupmu,
memendarkan cahaya untuk menghangatkanmu.

Mau kah kau menantiku?
Untuk menjadi auroramu….




 @fetihabsari
Jakarta, 2013

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena