Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Senin, 21 Juli 2014

[Review] Twiries

TWIRIES
Eva Sri Rahayu & Evi Sri Rezeki

Penerbit: de TEENS
Eitor: Ainini
Komik & Ilustrator: Zamal Matian
Inker: Anton Gustian
Desainer Cover: Ann_Retiree
Layouter: Fitri Raharjo
Pracetak: Endang
Cetakan pertama Mei 2014

Well, apa yang selalu terlintas di benak kalian mengenai anak kembar? Di dalam buku ini akan kalian temukan berbagai hal perihal anak kembar. Membantu kalian untuk bersikap ketika bertemu dengan si kembar agar tidak menyinggung mereka. Karena tanpa kita sadari, hal sepele sangat terasa sensitif untuk si kembar. Dan, buku ini dapat menjawab segala pertanyaan-pertanyaan kalian perihal anak kembar.

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang kesatu.
"Nah, kalau mata Evi itu belo-belo sipit. Kalau saya sipit-sipit belo," jawab Eva dengan bersemangat.

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang keseratus tujuh.
"Evi belo, Eva sipit," jawab Evi dengan mengetuk-ngetuk meja tak sabar.

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang ketiga ribu tiga puluh dua.
"BELO, SIPIT," kata kami dengan muka datar dan memberi jawaban yang tidak menjelaskan sama sekali.

"Apa sih bedanya kalian?" tanya orang kesatu juta delapan ratus ribu empat puluh sembilan.
Menyipitkan mata. ".........."

Hal-hal yang membuatmu penasaran sama si kembar, seperti, "mereka pernah bertukar sekolah?" "Atau punya telepati?" Temukan jawabannya di buku ini !!!

Buku karya teh Evi dan teh Eva ini adalah buku personal literatur yang mereka tulis dengan harapan bahwa dengan adanya buku ini bisa membuat semua lebih simpel. Jadi pas ada yang bertanya lagi, tinggal dijawab: "Baca aja di buku kami." Its so simple.

Di dalam buku ini banyak menguak kisah sekaligus perasaan dari si teteh kembar. Mulai dari persoal beda. Pertanyaan "apasih bedanya kalian?" itu kayaknya udah distampel di jidad setiap orang yang menatap mereka lekat-lekat dengan tampang penuh pertanyaan. Kemudian perihal kejailan kedua teteh kembar ini 'Twin Evil Laugh'.  Tercatat sebuah pesan moral di sini: hati-hati kalau menelepon kami. Jangan-jangan itu bukan Eva atau Evi yang sebenarnya.

Kalau teh Eva itu memiliki kulit putih kemerahan, kalau teh Evi putih belang. Karena sejak kecil teh Evi itu suka bermain diluar ruangan daan nggak betahan banget di rumah.

Perihal kejahilan, mereka juga pernah bertukar sekolah loh. Sewaktu SMA mereka sekolah di sekolah yang berbeda, dan mereka punya ide untuk bertukar sekolah-_-"

Kalau tukar menukar akun sosmed, yang ini mereka nggak pernah. Walau begitu ada saja yang salah mention atau menganggap salah satu akun adalah akun palsu. Pernah juga cowok yang naksir sama tehEvi itu salah stalking Fb. Karena yang dia stalking ternyata akun Fbnya teh Eva yang sudah in relationship. Dan malanglah nasib stalker yang salah akun dan patah hati sendiri itu. Ckckckck!

Ada tujuh alasan kenapa jadi anak kembar itu enak. Niih
1. Kesepian? Jauh-jauh deh.
2. Selalu punya partner dalam segala hal.
3. Bisa tukar-tukaran barang.
4. Punya tempat curhat yang nggak pernah bosan disampahin.
5. Selalu punya tempat untuk pulang.
6. Punya tempat penyimpanan rahasia.
7. Ada seseoramg yang mencintai kita sedalam seorang ibu.

Daaaaan, enam alasan kenapa jadi anak kembar itu nggak enak. Niiiih
1. Dibandingkan dalam hal fisik.
2. Dibandingkan dalam hal kepintaran.
3. Dibandingkan dalam hal prestasi.
4. Dibandingkan dalam hal pasangan.
5. Dibandingkan dalam sifat dan karakter.
6. Ketergantungan.

Di dalam buku ini juga ada loh galau-galaunya si teteh kembar ini gara-gara kelamaan ngejomblo. *eehh

OMG HELLOOWWW! Ternyata teh Evi pernah LDR juga loooh... menurut teh Evi nih yaa....
Long Distance Relationshit! Sempat nggak percaya kalau LDR sama dengan jomblo. Bukannya LDR itu punya keuntungan sendiri? Punya pacar, tapi masih bebas jalanjalan sama teman. Tapi, pacaran bukan sekadar status. Pacaran itu saling mendampingi dan setia. Kepercayaan jadi taruhannya!!!!

Di dalam buku ini ada surat cinta dari teh Eva untuk teh Evi, pun sebaliknya. Isi surat cintanya cukup mengharu biru :')

Daaan buku ini ditutup dari cerita-cerita teman-teman mereka mengenai pengalaman berteman dengan anak kembar...

Buku ini ringan dan asik banget buat dibaca disela-sela waktu senggang. Bacanya pun nggak berasa tahu-tahu sudah ada di halaman akhir. Lucu, seru. Teh Eva dan teh Evi mampu membuat pembacanya (eh aku ding) tertawa-tawa baca ini, jadi lupa kalau lagi 'nganu'. Intinya, buku ini rekomended buat yang lagi butuh refresh bacaan ringan. Oh iya di buku ini ada ilustrasi-ilustrasinya, jadi semacam nomik (novel-komik) gitu deh. Lucuuuu!

4 for 5 stars....

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena