Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Senin, 19 Agustus 2013

CINTA



Setiap kali merasa ada yang berbeda,
ada debar di dada,
ada senyum hiasinya,
kata-kata mengalir begitu saja,
menjadi sebuah sajak.


Cinta.

Benarkah itu cinta?

Cinta itu kamu.
Klise.



Lalu, bagaimana bila masa-masa itu tidak selamanya?
Kemudian ada air mata,
benci di hati dan serapah menghiasi.


Patah hatikah?


Takkan ada yang mampu satukan hati yang patah tanpa bekas.
Lalu bekas itu akan hidup bersama hati setiap hari.
Bekas itu bisa saja membusuk.


Lalu, apakah akan hidup dengan bau bangkai masa lalu?

Sebaiknya kubur saja rasa sakit itu.
Sedalam ruang hatimu.

Kubur dengan cinta baru yang gembur dari sekelilingmu.
Jangan sekali-kali sirami dengan air mata.
Kamu cukup taburkan bunga indah senyuman.

Jadikan pembelajaran.


Tak selamanya yang kamu kira cinta, itu benar cinta.
Karena ada yang tega menaruh luka atas nama cinta. 
Membuat buram dan suram pandanganmu tentang cinta kemudian.


Percayalah,
kemudian hari akan datang dia yang mampu terangkan pandanganmu tentang cinta.


Ulangi lagi manis awalnya.
Yakinkanmu selamanya.
Berani meminta dirimu atas nama keluarga.
Mengajakmu untuk membangun sebuah cinta.

Bangun cinta bersama.
Bukan jatuh cinta sendirian.


Lalu, kamu tertawakan masa lalu.
Menatap dengan senyummu,
masa depan dengan bangunan cinta yang baru dengan dirinya.
Sepakati membangun dengan pondasi percaya satu sama lain dengan kuat.
Karena dengan ini,
yakin angin badai tak mampu goyahkan apa yang telah dibangun bersama.


Cinta.



created by
-amarafaye-



i just edit and post,
in my blog
pic by @fetihabsari


0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena