Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Senin, 03 Juni 2013

#KampusFiksi Angkatan 2

Dua hari yang berkesan. Penuh makna. Pelajaran yang bertemakan kekeluargaan.
#KampusFiksi membimbingmu menjadi novelis yang diselenggarakan oleh @divapress01 dan pak @edi_akhiles
Gedung #KampusFiksi


Pertama tiba di stasiun Jogjakarta di jemput sama mbakVe dan mbakAyu. Langsung cuss menuju gedung #KampusFiksi. Setibanya di gedung #KampusFiksi, langsung naik ke lantai dua tempat kita buat tidur. Daaan,,, yang bikin uwoow adalaah tumpukan kasur dan bantal yang bernuansa MU.

Liat deeh!! Nuansa MU semua
Kenalan sama teman-teman baru yang luar biasa. #EntahKenapa saya merasa butiran debu sekali di antara orang-orang hebat disana. Kemudian masing-masing dari kita diberikan sandal unyu yang bertuliskan #KampusFiksi dan juga buku 'Silabus Menulis Fiksi'.

Sandal unyu #KamusFiksi
                                                         
Jumat malam, dengan nuansa kekeluargaan yang baru saja terangkai, kami membuat indomie bersama di dapur. So sweet bangeeet deeh. Jauh-jauh ke jogja cuma buat makan mie? Eeitss jangan salaah mie ini rasanya lebih yummi loh karena dinikmati bersama dengan keluarga baru. (agak lebay maap)


Pertama kalinya bisa ketemu dan ngeliat langsung pak Edi (wooooww) speechless. Pak bos yang ramah dan sangat murah hati ini dengan sangat suka rela membagi ilmunya kepada kami. Dan masih banyak kebaikan hatinya yang lain yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata (speechless).

Bertemu dengan orang-orang hebat lainnya di Divapress. Ada Pak Syukur, Mas Aconk, Mbak Ve, Mbak Ayu, Mbak Ita, Mbak Rina, dan lain-lainnya nggak bisa di sebut satu-satu. :'))

Suasana selama pelatihan tuh asik banget. Santai tapi tetap serius dong pastinya. Nyimak pelajaran sambil nyemil. 

Daaan tiba saatnya untuk malmingan masal yang sedikit gagal karena hujan... Gagal malem mingguan di titik nol,, akhirnya ke XT Square... Di bawah rintik hujan yang dramatis, kami menikmati keromantisan yang terjalin...

Klimaksnya adalah ketika malam penutupan, #EntahKenapa saya benar-benar ingin nangis. Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dan perpisahaan itulah yang paling berat. Entah kapan kita akan bertemu lagi. Tapi yang pasti dunia telah menanti karya kita! Karya yang nantinya akan menjadi pertanda bahwa kita pernah hidup di dunia ini. Satu karya yang nantinya akan di baca oleh anak cucu kita... (aaiiihh bener nggak tuh ya kata-kata) :')).....

Moment-moment yang akan selalu terkenang dan tak pernah lekang oleh waktu.
Menjadi penulis itu harus tabah!!
Jangan sampai karyamu jadi best seller di gudang!!

Terima kasiih banyaaak untuk Divapress dan pak Edi yang sangat baiik sudah mau membimbing kami secara cuma-cuma FREE dengan fasilitas dan pelayanan yang WOW. #EntahKenapa saya sering berfikir apakah pak Edi punya sumur duit atau tambang berlian yang nggak pernah habis karena kedermawanannya selama ini.

Ada cinta, persahabatan, kekeluargaan, canda, tawa dan ilmu yang dibagikan di #KampusFiksi. I always miss you guys. #EntahKenapa saya jadi mellow terharu kalo ingat kalian keluarga #KampusFiksi Hiks... Peluk kecup satu-satu...


#KampusFiksi Angkatan 2

Di bawah rintik hujan yang romantis
cewe-cewe kece


Suasana Pelatihan

Alumnus #KampusFiksi Angkatan 2

Pak Edi

Mas Syukur

Mas Aconk
Mbak Ayu & Mbak Rina
Mbak Ita & Mpok Ve
I really really miss you guys


0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena