Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Rabu, 15 Mei 2013

Review Novel "The Mint Heart"



Review Novel
THE MINT HEART
By AyuWidya




Judul : The Mint Heart
Penulis : Ayuwidya
Halaman : x + 326 halaman
Cetakan : I, Maret 2013
Penerbit : Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-7888-21-0

Ada review satu buah novel karya Ayuwidya berjudul The Mint Heart. Novel ini merupakan novel Ayu ke-6 setelah sebelumnya mengeluarkan novel Masruri vs The Olympians, CLBK Bikin Repot, Semesta Mendukung (Novelisasi Film), Hellogoodbye (Novelisasi Film), dan Freenemy. 

Di bagian belakang novel kita akan menemukan tulisan seperti ini :
Komposisi: Cinta, Dingin, Kesegaran, Kebekuan, dan Mint
Cara Penyajian: Tuangkan dingin, kesegaran, kebekuan, dan mint ke dalam cangkir. Tambahkan 180cc air cinta, aduk dan sajikan.

Cerita tentang cinta dan harapan yang perlahan semakin terbuka melalui sebuah perjalanan bertema ”WHEREVER YOU WANT”. Kata orang, perjalanan bisa membuat dua orang yang jauh menjadi dekat. Dan itu pulalah yang diharapkan oleh Lula: mencairkan si ‘ice mint’nya yang bernama Leon. Lula seorang reporter yang kebetulan mengagumi Leon, sang fotografer yang cool seperti ‘ice mint’, dan beruntungnya Lula ketika ternyata mereka ditugaskan bersama untuk meliput rubrik tersebut untuk edisi ulang tahun Travel Lovers Magz.

Apakah dalam perjalanan tersebut Lula mampu mencairkan ice mint-nya, yaitu Leon?

Untuk perjalanan yang tak hanya mampu menyatukan ruang dan waktu. Tapi juga hati, dan kita tak bisa berbalik.

Mencintaimu seperti menikmati seporsi mint ice cream. Kebekuan hatimu, dingin menyentuhku. Tak cukup satu sendok untuk merasainya. Butir pahit yang melebur di dalamnya justru membuatku menyendok lagi, dan lagi ... Rasa apa pun yang pernah ada di dunia, akan selalu ada cara untuk menikmatinya.

Memelihara cinta sebelah tangan itu seperti memelihara dinosaurus. Dino kecil polos yang manis, tiba-tiba sudah tumbuh sangat besar, lebih besar daripada yang bisa diukur. Ia sudah tumbuh menjadi monster yang bahkan bisa membunuh diriku sendiri, yang telah memeliharanya. Aku tidak bisa lagi memeliharanya, karena ia telah tumbuh di luar kendaliku. Sekarang, aku tidak bisa lagi membiarkannya tumbuh tanpa menyakitiku.

Secantik apa pun kupu-kupu ia tetap berhak untuk terbang bebas karena itulah bahagianya, meskipun aku tak bisa memilikinya. Aku tak akan mengurungnya dalam frame meski aku bisa melakukannya. Dunia ini bukan tentang hidupku saja tapi juga tentang hidupnya...

Mengagumi tanpa berharap memang paling aman, tapi tidak ada yang menjamin jika akhirnya harapan itu muncul dan menyeret dalam luka.

Mana yang harus kupercaya, teriakannya yang menyuruhku pergi atau matanya yang memohonku untuk tinggal?

Perjalanan “Wherever You Want” ini pasti akan menyenangkan. Asalkan bersamamu, memang semua akan jadi menggairahkan. Tapi ketika sosok lain membuat Lula diliputi.kesalahpahaman. Mungkin pada akhirnya memang harus ada yang pergi dan melupakan.

Apakah itu harus aku sebagai seoarang Lula yang tak berarti bagi Leon?
Cinta masih tetap sama, tapi keadaan yang memaksa untuk bersikap berbeda.

***
The Mint Heart ini adalah novel ketiga dari Ayuwidya yang saya baca. Sebelumnya ada HelloGoodBye dan Freenemy. Mulanya baca draft pdf novel ini langsung dikirim dari kaAyu yang belum ada judulnya. Yang menarik dari novel ini adalah banyak quotes-quotes menarik disini. Novel ini merupakan bacaan yang ringan buat merefresh otak yang lagi mumet, karena disini nggak melulu soal cinta yang bikin mewek tapi juga banyak tingkah konyol si tokoh yang bisa bikin ngakak lepas. Pokoknya novel ini berhasil sebagai bacaan yang menghibur.

Keunggulan dalam novel ini adalah Kak Ayuwidya menggunakan PoV 1 dengan dua sudut pandang tokoh utama Lula dan Leon namun tetap saling berkaitan sehingga para pembaca tahu dengan jelas isi pikiran dan gambaran perasaan dari dua tokoh tersebut. Gaya penulisannya asyik dan mudah dipahami. Benar-benar sebuah bacaan yang bisa menghibur dikala suntuk atau lelah.

Selain itu, di novel ini kita ajak berkeliling Indonesia lewat proyek Wherever You Want. Kita dapat mengetahui Pulau Sikuai di Padang; Tilanga, Tana Toraja, Sulawesi Selatan; Goa Petta Kere di Makasar; dan Candi Barong di Yogyakarta. Pendeskripian tempat wisata di novel ini cukup detail tapi sayangnya tidak cukup membuat pembaca tertarik untuk mengunjungi veneu tersebut. Mungkin karena novel ini bukanlah novel bergenre travel writing.

Kekurangan dalam novel ini terdapat pada bagian ending novel yang kurang greget juga terkesan bertele-tele.

Overall The Mint Heart sebuah novel karya AyuWidyaa ini sukses menjadi sebuah novel fiksi menurut kami. Kami berikan 4 dari 5 bintang.
Mint Heart ini jelas beda dari hellogoodbye dan freenemy...
Kalo Frenemy itu remaja banget bacaan yg lebih ringan di banding hellogoodbye dan mintheart ini..
Istilahnya Mint Heart ini sebuah karya yg lebih dewasa di banding Freenemy..

Risti : Dulu baca mint heart waktu masih draft belum baca bukunya (blm pulang jogja ) Pas mulai baca kirain bakal berenti di tengah jalan krna baca di laptop tp ternyata malah ga bsa berenti gtu aja.. Seru bacanya, kaya lagi diajak jalan jalan. Meski pendeskripsiannya ga terlalu gamblang krna emg bukan novel travelling sih..
PoV1 yg dipake kak Ayu jg bkin enak bacanya.. Ga nyampur kaya novel biasanya.. *ini knpa jdi kaya nulis pas di kirim ke kak Ayu yak..hadeh

Alan : PoV nya menarik tuh, jadi bisa bikin ngerti jalan pikiran cewek dan cowok

Ada pertanyaan tentang perbedaan chiclit dan metropop. Ini jawaban dari kaAyu :
AyuWidya : Chiclit sama metropop masuk satu genre, genre novel. Ada yg mengartikan sama ada yg beda. Soalnya dulu sejarahnya dari penerbit GPU, dia membedakan Chiclit itu untuk novel cinta enteng yg terjemahan, metropop untuk novel cinta enteng bikinan penulis lokal

Soo,,,
Kesimpulannya novel The Mint Heart sangat recommended untuk dibaca.. 


~sekian~
Thanks to @AyuWidyaA dan seluruh member #LoveBooksALotId
by
@hQZou dan @fetihabsari

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena