Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Sabtu, 15 September 2012

hadir kembali

Malam ini tak lagi mendung sepekat kmarin. Ada celah bahagia yang tersenyum di dalamnya. Ada satu kehangatan yang kurasakan.
Di sela celotehan tajam, terasa indahnya kasih sayang. Kali ini tak ada lagi air mata. Meski situasi masih sama. Yang ada kini adalah tawa kebersamaan.
Akan terasa indah jika kita menerima degala hal dengan ikhlas. Rasa syukur mungkin lebih tepatnya.
Aku memang tak pandai bersyukur. Mungkin waktu yang perlahan akan menyadarkanku.
Kini sesosok yang hilang pun turut kembali hadir. Memberi senyum di balik kecewa yang dulu pernah ada.
Mungkin hanya perasaan ataukah jawaban Tuhan?
Aaah, sudahlah. Kuharap tak ada lagi luka bersamanya. Kuharap ia tak hanya bayang semu yg hadir sesaat.
Untuk kali ini, cukup hati ini dan Tuhan yang tahu. Semogaa.

Hai kisah masa lalu. Sadarkah kau bahwa kau telah hadir kembali? Aku tak mengerti apa artinya ini. Mamun aku berharap takkan tertipu lagi. Cukup tawa saja yang kau bawa kali ini. Jangan lagi ada luka dan tangis. Terima kasih kau telah kembali hadir. Meski hanya sebatas sapaan manis.  :)

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena