Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Selasa, 05 Desember 2017

Kebhinekaan yang Terangkum di Bukit Rhema



"we are one" mengutip dari salah satu tulisan yang terpampang di tempat ini memiliki pemaknaan yang sama dari bhineka tunggal ika. Di  tempat ini, kebhinekaan tampak dan terasa, keberagaman begitu menyatu.


Saya sudah dua kali datang ke objek wisata yang mulai ramai di Magelang ini. Pada saat kedatangan yang pertama, hampir semua petugas dan penjaga di tempat ini saya rasa merupakan warga Indonesia bagian timur. Entah Ambon, atau bahkan mungkin Papua. Tetapi semuanya terasa hangat daan nyaman. Entah kenapa saya sangat suka dengan pemandangan ini.

Kali kedua saat mengunjungi tempat ini, petugas dan penjaga terlihat berbeda lagi. Tidak semua tampak seperti warga timur. Suasana masih tetap sama. Hangat dan nyaman. Ditambah dengan keramahan para pedagang di warung-warung yang saat kita sampai di atas setelah lelah berjalan menanjak dari parkiran, menyapa dan menawarkan minuman serta makanan dagangannya. Inilah penggalan keramahan yang sering didapat saat menjelajah Jawa Tengah. Dan yang pasti membuat rindu.



Bukit Rhema (rumah doa) yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam ini namanya mulai dikenal semenjak tayangnya film AADC 2 yang menggunakan tempat ini sebagai salah satu lokasi pengambilan adegan. Tak dipungkiri memang, film ini turut ambil bagian dalam eksisnya rumah doa ini menjelma sebagai tempat wisata. 

Tempat ini telah mengalami banyak kemajuan pembangunan semenjak meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung. Dengan begitu, artinya tempat ini telah berhasil menjadi salah satu objek wisata unggulan yang ada di Magelang.

Gereja Ayam yang memiliki tujuh lantai ini sukses menarik perhatian dan rasa penasaran dari para wisatawan baik lokal hingga mancanegara. Dari bagian paling atas atau bagian mahkota ayam, kita dapat melihat bentangan alam Kota Magelang dan jajaran pegunungan dari ketinggian ruangan terbuka dan juga bisa menyaksikan megahnya Candi Borobudur dari kejauhan. Untuk naik ke atas mahkota ini jumlah pengunjung dibatasi. Jadi, saat tempat ini ramai, pengunjung diminta untuk antre bergantian naik.

lubang untuk naik ke mahkota
hanya sekecil ini



Rumah doa ini dibangun pada tahun 1992 setelah Daniel Alamsjah mendapatkan visi untuk membangun rumah doa di tahun 1988. Dan, tahu nggak sih kalau sebenarnya tempat ini itu berbentuk Merpati, namun banyak yang mengira berbentuk ayam. Dan juga Bukit Rhema bukanlah dibangun sebagai Gereja, melainkan Rumah Doa Bagi Segala Bangsa.

Paham artinya? Artinya, Bukit Rhema dibangun sebagai rumah doa yang tidak dikhususkan sebagai gereja. Memang, jika ditelusuri banyak ornamen dan interior yang lebih menggambarkan tempat ini sebagai gereja.

Berdiri di atas perbukitan Menoreh, Bukit Rhema dikeliling oleh beberapa gunung, di antaranya Gunung Sumbing, Merbabu, Suroloyo, Merapi, serta Sumbing. Wisata Bukit Rhema juga menawarkan sunrise yang tak kalah cantik dan eksotis. Wisata Indonesia memang surganya bagi pemburu sunrise. Pesonanya tak pernah lekang oleh waktu.

Jadi, wisata andalan Magelang bukan hanya Candi Borobudur doang loh. Masih banyak hal yang bisa kita telusuri dan jelajahi keindahannya.


Berbahaya!!! 😂

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena