Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Senin, 27 Maret 2017

Pesona Lampung Selatan “nggak” Hanya Gunung Krakatau Loh!





Anak Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda memang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang ingin menjelajah kawasan Lampung Selatan. Tapi, tahu nggak sih, kalau Lampung Selatan itu nggak cuma punya Krakatau sebagai destinasi wisatanya?

Jika kita ikut sebuah trip Krakatau, di dalamnya pasti akan ada beberapa destinasi unggulan lainnya. Trip Krakatau bisa dibilang trip 2 in 1, sebab perjalanan ini kita akan mendapatkan trip gunung sekaligus laut.

Krakatau yang dikenal karena sejarahnya yang maha dahsyat telah menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Tak heran jika kawasan cagar alam ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Nah, ternyata bukan hanya Anak Gunung Krakatau yang menjadi destinasi wisata, tetapi juga ada Pulau Sebuku Besar dan Kecil, Pulau Sebesi, Pulau Umang, dan Lagoon Cabe. Tempatnya main air dan menikmati biota laut serta pasir putihnya yang lembut.

Kemarin, pada tanggal 18-19 Maret 2017, saya ikut trip Krakatau part 5 dari Backpacker Jakarta. Masuk ke dalam keluarga Backpacker Jakarta memang memberi keuntungan tersendiri bagi saya. Memudahkan saat ingin trip sendirian. Mereka sudah mengadakan trip Krakatau hingga part 4 dan selalu ludes dengan peserta sekitar 35 orang.


Meeting point ditetapkan di Pelabuhan Merak. Tidak pernah ada bayangan sebelumnya untuk pergi ke Pelabuhan sendirian. Alasannya adalah, tidak tahu mau naik apa dan tempatnya yang di ujung sana.

Akhirnya para peserta membuat titik temu masing-masing untuk menuju Pelabuhan Merak bersama-sama. Saya ikut rombongan dari Terminal Kampung Rambutan. Dan, untuk pertama kalinya juga saya masuk Terminal Kampung Rambutan sendirian dengan tampang bingung dan persis seperti anak hilang. Untung aja nggak diculik. Gagal banget jadi anak backpacker!!!

Geng Kampung Rambutan

Partner in crime 😄
Saya suka jalan, tapi saya tidak akrab dengan terminal. Selama ini perjalanan saya hanya ditemani kereta atau pun pesawat. Sebab sebisa mungkin saya memang menghindari perjalanan jarak jauh menggunakan bus.

Perjalanan dari Terminal Kampung Rambutan ke Pelabuhan Merak memakan waktu sekitar 4 jam lebih dengan biaya Rp 28.000 per orang. Lama. Iya. Kondisi jalan di hari Jumat malam memang lebih padat dari biasanya. Belum lagi bus yang banyak berhenti naik-turun penumpang. Meski begitu, busnya cukup nyaman.

Sekitar pukul 23.00 kami tiba di Pelabuhan Merak. Dan rombongan yang lain ngaret. Termasuk ketiga CP. CP Krakatau part 5 ini terdiri dari 3 orang dan ketiganya laki-laki. Sekitar pukul 01.00 dini hari kami baru masuk ke kapal untuk menyebrabg ke Pelabuhan Bakauheni. Tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 05.00.

CP hits Krakatau part 5


Menunggu kapal bersandar

Perjaalanan dilanjutkan dengan menyewa angkot berwarna kuning. Melihat kondisi angkotnya sangat amat tidak meyakinkan, tapi bisa diajak ngebut khas pengendara jalur Sumatera. Perjalanan darat itu memakan waktu sekitar 1 jam untuk tiba di Dermaga Canti.

Tiba di Dermaga Canti, perjalanan dilanjutkan kembali menggunakan kapal dengan jarak tempuh sekitar satu jam ke Pulau Sebesi. Sebelum ke Pulau Sebesi, kita akan dibawa dulu ke Pulau Sebuku Besar dan Kecil untuk snorkeling dan bermain air.




Di Pulau Sebuku Kecil hanya ada perairan dangkal dengan air biru tosca yang jernih dengan dasarnya yang berpasir, sedangkan Pulau Sebuku Besar kita dapat menikmati terumbu karang dengan kedalaman yang lunayan. Terumbu karang yang ada di Pulau Sebuju Besar hampir seragam, biota laut pun tidak tampak. Terkesan sangat biasa.

Seusai main air, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Sebesi untuk mandi, istirahat, dan lainnya. Di Pulau Sebesi inilah tempat wisatawan menginap. Terdapat homestay yang isinya hanya jajaran kasur sehingga dalam satu kamar muat untuk sekitar 10 orang dengan 10 kasur. Cukup nyaman. Tetapi listrik di tempat ini hanya hidup mulai dari pukul 18.00 hingga sekitar subuh. Sinyal pun tidak bisa diandalkan dengan baik.


Pantai Pulau Sebesi


Sekitar pukul 16.00, kami di bawa ke Pulau Umang untuk mendapatkan sunset. Pulau cantik ini letaknya tidak terlalu jauh dari Pulau Sebesi. Sayangnya, kapal tidak bisa merapat hingga bibir pantai dan menyebabkan basah jika ibgin turun dan mencapai pulau. Langit masih mendung sehabis hujan siang tadi, matahari pun tertutup awan. Sunset tidak didapat, mau turun kapal pun ragu karena basah lagi.


Setelah dari Pulau Umang dan Kembali ke Pulau Sebesi, kami makan malam dan mengadakan quality time sesama peserta yang dilanjutkan istirahat. Sebab pukul 03.00 dini hari sudah harus bersiap menempuh perjalanan laut selama tiga jam ke Pulau Anak Krakarau.

Keesokannya, setelah dari Pulau Anak Krakatau, kami dibawa ke Lagoon Cabe untuk kembali main air dan snorkeling. Ternyata di sinilah tempat yang indah untuk para pecinta bawah laut. Memang masih kalah indah dibanding Pahawang dan Kiluan, namun lumayanlah dibanding Pulau Sebuku kemarin.

Lagoon Cabe memiliki terumbu karang yang lebih beragam. Biota lautnya pun tampak terlihat banyak dan cantik. Air yang jernih dan matahari terik menampakkan keindahan bawah lautnya dengan jelas. Lagoon Cabe, bisalah disebut sebagai salah satu akuarium alaminya Indonesia.



Bukan mancing, tapi proses kreatif pengambilan video

Dibalik video yang keren,
ada sebuah proses yang lebih keren

Setelah dari Lagoon Cabe, kami kembali ke homestay untuk mandi dan packing sebelum meninggalkan tempat dan pulang.

Perjalanan kami menyenangkan




Benar kan, Lampung Selatan itu nggak cuma punya Gunung Krakatau.




Percayalah, perempuan hanya ingin
sedikit lebih dipertahankan


@fetihabsari

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena