Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Minggu, 28 September 2014

Sayang


Sayang, lekaslah pulang
sebentar lagi senja memekat,
rindu yang beranak pinak menagih lekat.

Sayang,
aku sabar kamu gusar,
aku menyulam kamu diam,
semoga bahagia masih mau mempertemukan

Sayang,
rindu tak pernah berakhir,
seperti cemburu yang selalu memburu,
seperti rasa takut akan kehilangan yang selalu menjadi hantu.

Sayang,
meski hati ini telah sukses kau buat remuk redam,
aku tidak pernah tidak mencintaimu,



@fetihabsari
Jakarta, 2014




0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena