Aku menulis, sebab aku tak sanggup berucap. Aku menulis sebab aku tak selalu didengar. Aku menulis, sebab aku ingin dikenang.

Selasa, 08 Oktober 2013

Sepeda



“Rein, aku taruh sepedanya di sini, ya?” katanya, sembari meletakkan sepedanya di halaman rumahku. Tepat di depan jendela kamarku.
“Kenapa di depan rumahku? Itu kan sepedamu,” protesku.
“Supaya kamu nggak berhenti latihan sepedanya.”
“Tapi aku nggak mau kalau nggak dipegangin sama kamu.”
“Kenapa?”
“Takut jatuh,” jawabku polos
“Hahaha,,,” Ia tertawa. Gelak tawanya riang dan lepas.
***
Sekelebat kisah masa lalu itulah yang selalu terputar kala aku tengah menatap sepeda yang kini berdiri sendiri di depan rumahku. Gelak tawanya yang tak pernah lepas dari ingatanku dan justru itu pula lah yang semakin menambah sesak di dadaku.
Dari balik jendela kamarku, hanya itu yang bisa kulakukan. Meratap dan mengenang. Entah sampai kapan.
Rama. Sahabat kecilku yang selalu menemani dan mengantarku ke mana saja dengan sepeda kesayangannya. Hingga pada suatu hari ia mengeluarkan pernyataan yang tak pernah kusukai.
“Rein, kamu harus belajar naik sepeda, ya!” perintahnya.
“Enggak. Aku nggak mau. Nanti jatuh!”
“Nanti aku pegangin dulu, baru aku lepas kalau kamu sudah bisa,” jelasnya dengan sabar.
“Lagi pula, buat apa aku latihan naik sepeda?”
“Biar kamu bisa pergi sendiri.”
“Kenapa harus pergi sendiri? Kan ada kamu?” ujarku polos.
“Aku nggak akan selamanya ada di sebelah kamu, Rein.”
***
Kini aku baru mengerti apa maksud dari perkataannya kala itu. Pernyataan yang tak pernah kuacuhkan.
Bodohnya aku tak pernah mau mendengarkan ucapannya. Aku tak pernah serius berlatih sepeda. Hingga pada akhirnya kamu benar-benar pergi, Ram. Kamu benar-benar meninggalkanku sendiri. Dan sampai detik ini, nyatanya, sepeda itu hanya teronggok di halaman rumahku. Mungkin sudah saatnya kini aku kembali menyentuhnya, menggenjot pedalnya, dan membawanya berlari dengan segala kenangan tentang masa lalu.
Kini rindulah yang menguasai jiwaku, kurasakan tentang arti kerinduan yang sebenarnya. Setelah ada yang pergi meninggalkan, semuanya terasa sesak.
Akan selalu ada kisah tentang aku dan kamu, Rama. Mungkin sepeda ini akan mengantarkanku bertemu kembali denganmu…




@fetihabsari

0 komentar:

© Feti Habsari, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena